Nasgor, atau nasi Goreng apa yang spesial..? jangan salah teman, seorang rekan pernah berkeluh kesah kala berada di negeri seberang tepatnya Belanda, kala rindu akan hidangan dalam negeri, nasgor lah yang jadi pilihan, namun betapa kagetnya Alamak harganya mahal amat,

Nasgor sendiri konon sudah ada semenjak 400 tahun SM, dan di kenalkan oleh saudara-saudara kita Thionghoa yang mempunyai kebiasaan untuk tidak memakan makanan dingin dan juga membuang makanan sisa sehari sebelumnya, makanya nasi tersebut di goreng dan di beri bumbu-bumbu sehingga dapat di sajikan dengan sedap dan nikmat, dan di bawa ke Indonesia dengan berbagai variasi bumbu yang disesuaikan dengan selera lokal, sehingga menjelma menjadi masakan khas Indonesia meskipun negeri lain ada, namun di sinyalir yang banyak variannya berdasarkan kreativitas bumbu dan aksesoris hanya di Indonesia

Nasgor umumnya nasi di goreng, dengan campuran bumbu plus kecap manis,serta dilengkapi dengan ayam suwiran, babat ataupun telor, Di tambah aksesoris kerupuk , pete dsb, di Semarang sendirinya hampir di setiap sudut jalan ada penjual nasi goreng, dengan berbagai macam varianya yang disesuaikan dengan cara memasak dan berasal dari daerah mana, penjual yang cukup banyak ialah Nasgor ala Brebes, kebanyakan penjualnya berasal dari Brebes, dengan ciri khas nasi agak akas dan aksesoris kerupuk, dan masih banyak lagi

Namun ada satu hal yang berbeda diantara varian nasgor tersebut, yakni Nasgor ala Pattaya,( Thailand) nasgor ini cukup unik, sebenernya nasgornya di buat seperti biasa namun menjadi unik dan spesial Nasi goreng yang telah jadi tersebut di bungkus oleh Dadar Telur, dari rasa cukup pas dan maknyoz, Nasgor tersebut dapat di temui di Hungry Buzz, jl. Singosari dengan label Nasi Goreng Spesial Hungry Buzz, dengan harga relatif terjangkau hanya 6000an, dapat menjadi varian dalam menikmati berbagai varian Nasgor.


dimanakah tempat konkow yang paling asik menikmati new year eve di Semarang? mungkin sebuah pertanyaan yang cukup lazim diantara kita,
meskipun hampir seluruh cafe, hotel, dan tempat hiburan mempunyai event khusus, namun banyak kalangan yang menghabiskan waktu tahun baru dengan mendatangi puncak-puncak bukit, untuk menanti pergantian tahun,yang biasanya puncaknya ialah pesta kembang api

dengan anugerah Alam tekstur kota Semarang yang menarik berupa dataran rendah pantai berpagar bukit-bukit, menyebabkan banyak tempat cozy untuk menghabiskan malam tahun baru, seperti di kawasan pantai marina, simpang lima, tugu tabanas yang menghadirkan pula artis ibukota dan lokal Semarang

Namun diantara tempat-tempat tersebut yang tentunya sudah crowded lalu lintasnya, ada sebuah tempat yang masih sedikit orang berkunjung ke tempat tersebut, yakni RINGIN bukit Singotoro,di dekat kantor Telkom Datel Semarang, dengan view Semarang Bawah dengan dihiasi lampu-lampu malam yang indah dan kembang api yang saling bersahutan membuat malam tahun baru menjadi semakin spesial

Tidak hanya suasana tersebut, sebenernya namun di dekat bukit tersebut ada satu warung semi permanen,yang menjadi favorit temen-temen biasanya buka pagi sampai petang, dengan menu nasi bungkus, indomie goreng/rebus, gorengan dsb, khusus untuk tahun baru biasanya buka sampai menjelang pagi, dengan hidangan yang murah & meriah, dengan di dukung view semarang bawah, dan berkalangkan langit malam yang indah menjadi tempat yang cocok untuk menanti pergantian tahun bersama dengan teman-teman atau pasangan terkasih.
salah satu makanan yang cukup spesial dan jarang di temui di tempat lainya ialah Gulai Bustaman, apa yang menjadi istimewa dan berbeda dengan gulai -gulai lainnya ialah kuahnya tanpa menggunakan santan meski sama-sama menggunakan kelapa. Kelapa diparut dan digoreng sangan, tidak diperas menjadi santan. Gorengan parutan kelapa tersebut lalu ditumbuk halus dicampur rempah-rempah untuk bumbu kuahnya. Selain itu juga terdapat campuran cengkeh dan kayu manis, disamping untuk pilihan aksesorisnya daging atau jeroann bisa by request karena tidak dicampur secara langsung

dinamakan Gulai Bustaman, tak bisa di lepaskan dari nama sebuah gang/jalan di sekitaraan jl. MT Haryono,dekat Bubaan, yang bernama Kp. Bustaman, konon ceritanya, pada masa awal berdiri Kota Semarang, di kampung tersebut uwak Bustam, merintis usaha perdagangan dan penyembelihan kambing,lambat laun daerah tersebut di kenal sebagai sentra supplier daging kambing dan banyak menjadi bahan baku para penjual gulai, oleh karena itulah maka banyak orang akhirnya menyebutnya sebagai Gulai (ala) Bustaman

para pedagang gulai ini banyak di temui di sekitaraan kota lama, ada juga di depan Masjid Agung Jawa Tengah, namun yang paling sering aq, gulai Bustaman pak Amat,biasa mangkal di kota lama,namun kalo menjelang senja sembari pulang mampir di depan jl. Arief Rahman Hakim, deket Telkom Johar.........



Tahu pong, namanya terkesan lucu dan unik, makanan ini merupakan satu varian dari bahan baku tahu,dan sangat di kenal sebagai makanan khas Semarang

Selama beberapa tahun tinggal di semarang, baru mencicipi bagaimana rasa tahu Pong, tadi malam, di Manggala Food Festival,stelah dirasakan mak nyoooz

Di namakan Tahu Pong karena Tahu di Goreng sampai kering sampai membuat koPONG atau kosong di sajikan dengan saus asem manis yang nikmat,ditambah berbagai aksesoris seperti gimbal dsb, serta bawang putih yang telah di olah, menjadikan Tahu Pong menjadi terasa spesial

Tahu Pong yang aq ketahui ada, di Jl. Gajahmada, Pasar Langgar, Jl. Depok, dan di Manggala food Festival, dsb


es puter ini cukup melegenda di kalangan penikmat kuliner, dan beberapa kali di liput oleh media visual maupun cetak, akhirnya pas ada kesempatan pun ta ketinggalan aq coba

dari rasa dan penyajiannya, cukup mantaf, dari berbagai pilihan rasa duren, kopyor,coklat, alpukat, lenci, kacang ijo,dsb, dengan porsi semangkuk, cukup membuat perut kenyang dan tak kapok untuk mencoba kembali

dari informasi yang di dapat, es puter ini sudah ada sejak tahun 1944, dan saat ini merupakan generasi penerus yang ketiga yang melanjutkan usaha es puter ini, dinamakan cong lik karena merupakan plesetan dari singkatan cung lik yang artinya kacung cilik di masa lalu


saat ini es campur conglik dapat ditemui diberbagai tempat diantaranya, di dekat RS telogo rejo, dan kampung semawis Gg warung pecinan