
Di Semarang tak banyak yang menjual Kopi lelet, tetapi setahuku di Tembalang (depan masjid Diponegoro) dan Pleburan Barat (depan eks Asrama Putri), dapat sebagai obat penawar rindu akan cita rasa Kopi lelet tersebut.
Bersambung
Sebagaimana di ketahui Ada dua jenis kopi, yang dihasilkan oleh dua jenis tumbuhan yang berbeda:pertama, Robusta adalah kopi tradisional, dan dianggap paling enak rasanya, Robusta memiliki cita rasa yang lebih tinggi dapat dikembangakan dalam lingkungan di mana Arabika tidak akan tumbuh, dan membuatnya menjadi pengganti Arabika yang murah. Robusta biasanya tidak dinikmati sendiri, dikarenakan rasanya yang pahit dan asam. Robusta kualitas tinggi biasanya digunakan dalam beberapa campuran espresso
Kopi Arabika biasanya dinamakan oleh dermaga di mana kopi ini diekspor, dua yang tertua adalah Mocha dan Jawa. Perdagangan kopi modern lebih spesifik tentang dari mana asal kopi ini melabelkan kopi atas dasar negara, wilayah, dan kadangkala ladang pembuatnya.
Satu jenis kopi yang tidak biasa dan sangat mahal harganya adalah sejenis Arabica dan robusta di Indonesia yang dinamakan Kopi Luwak, Kopi ini dikumpulkan dari kotoran Luwak, yang proses pencernaanya memberikan rasa yang unik. Kopi jenis ini sangat spesial karena Luwak atau Musang secara alamiah memilih biji kopi yang telah masak untuk dimakan. Biji kopi yang tidak tercerna akan keluar bersama feses luwak.
LIfe Style Kopi
Globalisasi telah membantu Indonesia untuk kembali menyadarkan arti penting Kopi, namun impor budaya kopi ini jadi sesuatu yang berbeda. Kopi waralaba dengan kemasan gelas plastik menjadi bungkus modernitas. dari warung tenda, kedai kopi kecil bertanfromasi ke dalam Mall-Mall, dengan di temani fasilitas hotspot sambil berselancar di dunia maya,
Kopi tidak lagi hanya di nikmati masyarakat kelas menengah kebawah, di warung kopi,namun para pelajar, mahasiswa dan eksekutif muda sambil rehat sepulang beraktivitas, untuk sekedar berfacebook-ria,bertwitter-ria, atau sekedar browsing dan chatting, di gerai -gerai kopi yang tumbuh banyak di kota besar di Indonesia
yang menjadi pertanyaan berikutnya, akankah keragaman dan kekayaan cita rasa Kopi dari Indonesia yang telah termasyhur hingga ke manca negara dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri
*di kutip dari berbagai sumber
Copyright 2009. All right reserved. Theme Design by Good Design Web
© 2009 urip mung mampir mangab Bloggerized by Falcon Hive.com