Tampilkan postingan dengan label wanda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wanda. Tampilkan semua postingan
dimanakah tempat konkow yang paling asik menikmati new year eve di Semarang? mungkin sebuah pertanyaan yang cukup lazim diantara kita,
meskipun hampir seluruh cafe, hotel, dan tempat hiburan mempunyai event khusus, namun banyak kalangan yang menghabiskan waktu tahun baru dengan mendatangi puncak-puncak bukit, untuk menanti pergantian tahun,yang biasanya puncaknya ialah pesta kembang api

dengan anugerah Alam tekstur kota Semarang yang menarik berupa dataran rendah pantai berpagar bukit-bukit, menyebabkan banyak tempat cozy untuk menghabiskan malam tahun baru, seperti di kawasan pantai marina, simpang lima, tugu tabanas yang menghadirkan pula artis ibukota dan lokal Semarang

Namun diantara tempat-tempat tersebut yang tentunya sudah crowded lalu lintasnya, ada sebuah tempat yang masih sedikit orang berkunjung ke tempat tersebut, yakni RINGIN bukit Singotoro,di dekat kantor Telkom Datel Semarang, dengan view Semarang Bawah dengan dihiasi lampu-lampu malam yang indah dan kembang api yang saling bersahutan membuat malam tahun baru menjadi semakin spesial

Tidak hanya suasana tersebut, sebenernya namun di dekat bukit tersebut ada satu warung semi permanen,yang menjadi favorit temen-temen biasanya buka pagi sampai petang, dengan menu nasi bungkus, indomie goreng/rebus, gorengan dsb, khusus untuk tahun baru biasanya buka sampai menjelang pagi, dengan hidangan yang murah & meriah, dengan di dukung view semarang bawah, dan berkalangkan langit malam yang indah menjadi tempat yang cocok untuk menanti pergantian tahun bersama dengan teman-teman atau pasangan terkasih.
Berikut daftar tempat baik wanda (warung Tenda) atau resto yang sering di kunjungi untuk sekedar menganjal perut yang lapar dan aktivitas lainya, biasannya yang menjadi pedoman harga murah, bercita rasa tinggi dan cozy...:)

1. Warung Makan Umum
a. WM. Presmanan Bu Ustman, Jl. Pleburan Barat,
b. WM. WSM (warung Selera mahasiswa), Jl. Taman Pleburan
c. WM. Pojok, Eks Sampah, Jl. Pleburan Barat,
d. WM Pantes, di Pleburan Barat
e. WM. di deket pertigaan Arteri Soekarno Hatta, jl. Gajah
f. WARTEG Bu Dewi, Sampangan, Hayam Wuruk, dan Gedungbatu

2. Sate Ayam & Sate Kambing
a. Sate Ayam Madura, Ibunya Mas imam, di depan Kantor Lurah Pleburan
b. Sate Ayam pak Amat, Gerobak dorong,mangkal di Pleburan Barat
c. Sate Kambing Moroseneng, Jl. Kedungmundu raya,
d. Sate Kambing pak Jenggot, Jl. Sriwijaya

3. Nasi Ayam
a. Nasi Ayam Yu Legi, Jl. Citarum
b. Nasi Ayam Yu Tik, Ngesrep
c. Nasi Ayam Yu Nah, Karangayu, Jl. Anjasmoro
d. Nasi Ayam, Jl. Pasir Mas
e. Nasi Ayam Pojokan simpang 5 ( buka diatas 12 malam)


4. Soto Ayam, & Soto Lainya
a. Soto Ayam Pojok, Deket auditorium UNNES, Jl. Kelud raya, Sampangan
b. Soto Ayam Bang Ari, Jl. WR Supratman, Kali Banteng
c. Soto Ayam pak ndun, Jl.Kusumawardani,
d. Soto Surabaya Jl Imam Bardjo
e. Soto Lamongan, jl. Tlogosari

5. Ayam Bakar, Goreng, & Varianya
a. Ayam Bakar Bu Sum, Jl. Sriwijaya
b. Ayam Gepuk, samping Java Mall

6. Nasi Goreng, Ruwet, & Gongso
a. Nasi Goreng Ruwet Babat Gongso pak Akhmad, Wonodri, Jl Wonodri
b. Nasi Goreng Pak Sabar, Jl. Pleburan Barat
c. Nasi Goreng Ruwet, Jl. kelud Raya,
d. Nasi Goreng Gongso Sederhana, Jl. Kelud raya
e. Nasi Goreng cak narko, Jl. wonodri
f. Nasi Goreng & gongso di depan BPLP, jl singosari


Lanjutgan......Gallery WMV
bersambung........


Pernah makan di kucingan atau tertarik makan di kucingan, apabila di amati, tidak hanya musik,yang bergenre,"kucinganpun" mempunyai genre,

"kucingan" merupakan salah satu tempat makan favorit bagi sebagian kalangan baik mahasiswa,remaja atau golongan ekonomi menengah ke bawah,selain asyk sebagai tempat nongkrong dan diskusi, menu dan pilihan "nyamiannya" beragam dengan harga yang relatif murah untuk sekedar nasi bungkus,mie, teh maupun kopi serta gorengan dll, biasanya di sebuah tenda, grobak, kursi dan meja, atau alas tikar di pinggir jalan

dinamakan "kucingan" karena sebelum tahun 2000an, nasi bungkus di tempat itu hanya dua nasi kering dan nasi teri, di lihat dari jumlah nasinya yang sedikit dicampur ama teri seperti makanan kucing,jadi populer disebut "kucingan" meskipun sebenernya banyak nama untuk hal tersebut sperti warung cowby,warung wedang,dsb

setidaknya ada dua genre besar "kucingan" di Semarang, apabila di lihat dari penampilan, menu dan asal daerah pedagang, dua genre tersebut adalah
pertama : Klaten, "kucingan" model ini udah eksis sejak lama, cirinya seperti angkringan di Yogya, Gerobak, di dalamnya ada tungku berbahan bakar arang, diatas ada 3 teko air, untuk air panas, dan jahe, dengan menu nasi bungkus biasanya kering,teri, dan telor,dengan berlentera lampu sentir, biasanya pedagangnya berasal dari daerah sekitar kec wedi kab Klaten, salah satu kelebihanya karena masih munggunakan arang untuk tehnya biasanya rasa khas dan nikmat selain itu juga ada request "Bakaran" sperti kepala,sate usus, dsb, di layani dengan baik, karena suasananya temaram,sehingga menjadi tempat yang enak untuk menghabiskan waktu di malam hari, di semarang cukup banyak di antaranya mas roni, Jl Hayam wuruk, & di depan lapangan SGO

Kedua : Demak, "kucingan"model ini mulai eksis di daerah Johar sebelum menyebar ke seluruh semarang, berbeda dari genre klaten penampilannya untuk gerobak seluruh space di gunakan untuk menaruh nasi bungkus,gorengan, dan makanan kecilnya, sedangkan untuk kompor berbahan bakar Gas atau minyak tanah di taruh di meja kecil lainnya, menggunakan lampu neon sebagai penerangnya, dengan pilihan nasi bungkus yang beragam dan bervariasi dari nasi goreng,nasi babat,ayam gongso, ati, ayam goreng, dsb tentunya dengan lauk porsi yang ala kadarnya, dan biasanya pedagangnya perasal dari sekitar kecamatan Wedung Kab.Demak, kucingan model ini cukup populer, karena menawarkan menu yang beragam dan variasi meskipun lauknya cukup sedikit namun cukup merasakan menu enak dan mewah dengan harga yang relatif murah dan dengan suasana yang terang benderang sehingga membuat sebagian pengujung merasa nyaman, sebagai misal Al Barokah di Jl. Pleburan Barat, depan Swanet, mas Ghofur di kusumawardani,depan Martabak House, Depan kel. Sampangan, Puspowarno, disamping eks biaskop atrium dan tanah mas, cukup populer dan banyak pengunjungnya