salah satu makanan yang cukup spesial dan jarang di temui di tempat lainya ialah Gulai Bustaman, apa yang menjadi istimewa dan berbeda dengan gulai -gulai lainnya ialah kuahnya tanpa menggunakan santan meski sama-sama menggunakan kelapa. Kelapa diparut dan digoreng sangan, tidak diperas menjadi santan. Gorengan parutan kelapa tersebut lalu ditumbuk halus dicampur rempah-rempah untuk bumbu kuahnya. Selain itu juga terdapat campuran cengkeh dan kayu manis, disamping untuk pilihan aksesorisnya daging atau jeroann bisa by request karena tidak dicampur secara langsung

dinamakan Gulai Bustaman, tak bisa di lepaskan dari nama sebuah gang/jalan di sekitaraan jl. MT Haryono,dekat Bubaan, yang bernama Kp. Bustaman, konon ceritanya, pada masa awal berdiri Kota Semarang, di kampung tersebut uwak Bustam, merintis usaha perdagangan dan penyembelihan kambing,lambat laun daerah tersebut di kenal sebagai sentra supplier daging kambing dan banyak menjadi bahan baku para penjual gulai, oleh karena itulah maka banyak orang akhirnya menyebutnya sebagai Gulai (ala) Bustaman

para pedagang gulai ini banyak di temui di sekitaraan kota lama, ada juga di depan Masjid Agung Jawa Tengah, namun yang paling sering aq, gulai Bustaman pak Amat,biasa mangkal di kota lama,namun kalo menjelang senja sembari pulang mampir di depan jl. Arief Rahman Hakim, deket Telkom Johar.........



Tahu pong, namanya terkesan lucu dan unik, makanan ini merupakan satu varian dari bahan baku tahu,dan sangat di kenal sebagai makanan khas Semarang

Selama beberapa tahun tinggal di semarang, baru mencicipi bagaimana rasa tahu Pong, tadi malam, di Manggala Food Festival,stelah dirasakan mak nyoooz

Di namakan Tahu Pong karena Tahu di Goreng sampai kering sampai membuat koPONG atau kosong di sajikan dengan saus asem manis yang nikmat,ditambah berbagai aksesoris seperti gimbal dsb, serta bawang putih yang telah di olah, menjadikan Tahu Pong menjadi terasa spesial

Tahu Pong yang aq ketahui ada, di Jl. Gajahmada, Pasar Langgar, Jl. Depok, dan di Manggala food Festival, dsb


es puter ini cukup melegenda di kalangan penikmat kuliner, dan beberapa kali di liput oleh media visual maupun cetak, akhirnya pas ada kesempatan pun ta ketinggalan aq coba

dari rasa dan penyajiannya, cukup mantaf, dari berbagai pilihan rasa duren, kopyor,coklat, alpukat, lenci, kacang ijo,dsb, dengan porsi semangkuk, cukup membuat perut kenyang dan tak kapok untuk mencoba kembali

dari informasi yang di dapat, es puter ini sudah ada sejak tahun 1944, dan saat ini merupakan generasi penerus yang ketiga yang melanjutkan usaha es puter ini, dinamakan cong lik karena merupakan plesetan dari singkatan cung lik yang artinya kacung cilik di masa lalu


saat ini es campur conglik dapat ditemui diberbagai tempat diantaranya, di dekat RS telogo rejo, dan kampung semawis Gg warung pecinan

Wedang tahu, namanya mungkin cukup unik, awalnya aq sulit membayangkan Tahunya di bagaimanakan dan rasa sperti apa..?

namun setelah kali pertama mencoba , jujur di luar dugaan, rupanya tahu di bikin seperti bubur cadil yang kemudian di sendokin tipis-tipis, setelah itu dituang air jahe gule merah, dan sruput...sruput mantaf,

dari informasi yang didapatkan bahan dari wedang tahu, adalah susu kedelai rendam kemudian akan mengental,ditambah agar-agar putih, dan gula serta sedikit garam, sedangkan untuk campuran kuahnyagula merah, gula pasir, jahe, daun pandan, daun jeruk, kayu manis, cengkeh, dan garam hingga gula larut dan wangi di rebus kemudian di saring

setahuku tidak banyak yang menjual wedang tahu, salah satunya dapat di temui di SD Bernadus, Kompleks Gereja Katedral Semarang

salah satu yang membuat penasaran di Festival Pandanaran, adalah Nasi Biryani,beberapa kali mendengar tentang kelezatan masakan ini, namun belum pernah mencoba, sebuah kesempatan yang baik pikiriku, untuk langsung mencoba

setelah mencoba rasanya Sip dan mantab,dengan cita rasa yang lebih spicy di tambah tambahan korma,kismis dan sejenis kacang-kacangnya plus daging,di jamin wareg

konon ceritanya nasi biryani, berasal dari bahasa parsi : beryā(n) (بریان) yang berarti goreng atau panggang. Pada zaman dulu, beras digoreng di dalam minyak samin sebelum direbus di dalam air bersama rempah-rempah hingga setengah matang.

seperti umumnya makan khas timur tengah rasa rempah-rempahnya cukup terasa,Rempah-rempah yang dipakai sewaktu memasak biryani, termasuk di antaranya: minyak samin/ ghee, kacang-kacangan,jintan,Cengkeh, kapulaga, kayu manis, daun salam koja, ketumbar, daun mint, jahe, bawang bombay, dan bawang putih

meskipun dari sisi harga cukup lumayan sekitar Rp.15.000 komplit, namun dengan citarasa yang mantab, cukup terpuaskan lah....:)

Nasi Biryani, nasi kebuli atau khas timur tengah lainnya yang biasanya ku kunjungi di Jl. MT Haryono ketika pagi hari, Warung Khoja di Lamper, atau di tlogosari juga ada