Megono namanya unik & lucu bagi yang masih awam, namun bagi yang bertempat tinggal atau pernah tinggal di wilayah Pekalongan dsktrnya, Megono merupakan santapan harian baik kala sarapan ataupula pas makan malam

Megono ialah makanan yang berisi parutan kelapa yang tidak terlalu tua (tapi bukan kelapa muda) dan cacahan nangka muda yang sudah matang di tambah dengan berbagai rempah, lebih sedap dimakan dengan nasi panas, dengan rasa yang sedap, gurih dan sedikit pedas, dan lebih mantab lagi apabila di kemas dengan "pincukan" menambah selera makan

Biasanya Megono di sajikan dengan berbagai macam lauk ataupun tauto,Di Semarang cukup jarang, yang jualan megono, namun bisa di temui di arteri Soekarno Hatta, dan Jl. Gatot Subroto Belakang RM Suharti, Krapyak, ditempat asal dan sekitarnya Megono yang seblumnya di sajikan di warung atau lapak2 nasi, saat ini telah menjadi lifestyle,dibeberapa tempat di pekalongan,Batang dan Comal, cukup banyak ditemui warung lesehan dengan menu khas Megono

Bagiku yang berasal dari wilayah tersebut, Megono bisa menjadi kangenan, so setiap habis mudik,biasanya ibu selalu membawa bekal berupa nasi Megono,dengan di tambah Tempe , menu yang cukup sederhana namun mantab
Salah satu kebiasaan menarik ketika tugas luar kota, ialah berburu makanan enak & lezat serta unik, salah satu yang kemaren ku kunjungi ialah Soto Semarang di Daerah Blabak Magelang,

awalnya ketika masuk aq bertanya pada temenku, lho mas koq kenal ama yang punya; sering kesini..? jawabnya oh nggak ini kali pertama, kemudian temenku bercerita hal ihwal pertemuannya dengan bapak Slamet sang pemilik warung tersebut di awali di Facebook, dan temenku bercerita pula warung ini punya web lo, setelah ta liat kanan dan kiri ada beberapa photo dan pamflet tentang kesuksesan warung soto dan pemiliknya ini,

trus aq pun berkomentar sebuah usaha luar biasa bagi seorang pedagang kecil, sampe promo ke web dan facebook, apalagi didaerah kecil kayak Blabak magelang lagi, biasanya yang promo via web ada resto besar2, namun tidak bagi SOTO SEMARANG,melalui www.sotosemarang.com, selain di blabak juga membuka beberapa cabang diberbagai daerah, selain menu soto semarang, juga menawarkan beberapa makanan khas seperti halnya Tahu gimbal, Tahu Campur Babak, Es Dawet Hitam khas Purworejo dsb dengan harga yang relatif sangat murah, apalagi masih dapat bonus es teh gratis gara-gara kenal di Facebook

apa yang di lakukan pak slamet yang sebelumnya merupakan supervisor perusahaan consumer goods,melalui webnya dan aktivitas di dunia maya, selain mengenalkan Soto semarang, tempat asalnya,namun juga sebagai upaya untuk ekpansi pasar, karena pak Slamet menawarkan Kerjasama bagi yang ingin membuka soto semarang di tempat lain

Sebuah usaha luar biasa dari yang biasanya, dan dapat menjadi rujukan dan referensi bagi yang sedang akan berusaha membangun bisnis serupa........:)
Nasi gandul, what is it..? namanya cukup unik, mungkin bagi orang yang belum tahu akan banyak menerka seperti apa bentuknya

Nasi Gandul merupakan makanan khas Pati Jawa Tengah, dinamakan nasi gandul, karena nasi seperti "mengandul" karena di alasi daun pisang, kemudian disiram dengan kuah santan encer dan ditambah berbagai asesoris tambahan bisa perkedel,tempe,telor,daging,ati, paru, jeroan, dsb kemudian di tambah kecap sedang manis dan di taburi bawang merah goreng, di jamin pasti akan ketagihan

Di Semarang, cukup banyak penjual nasi gandul, namun diantaranya yang sering aq kunjungi adalah nasi gandul pak subur,depan RS Telogo Rejo, & Nasi Gandul Pak Jan, depan Pom Bensin Sampangan

Kalo ingin mebuatnya sendiri, bahan-bahanya sebagai berikut : Daging sapi di potong2 atau apapun, air, santan encer, sereh, geprek, daun salam, kecap manis, gula pasari, gula merah disisir, garam secukupnya, kemudian bumbu-bumbu di haluskan, bawang putih, merah, kemiri, ketumbar, merica, jinten, jahe dan lengkuas

Cara membuat : Rebus daging bersama air hg setengah empuk. Buang bagian rebusan air daging yg keruh, kemudian Tumis bumbu halus hg harum, masukkan ke dlm air rebusan daging bersama sereh dan daun salam,Masukkan santan, rebus terus hg mendidih,Tambahkan kecap, gula pasir, gula merah, dan garam,Rebus terus hg daging empuk. Angkat daging, goreng hg kecoklatan, lalu potong2

Cara penyajian:Tata nasi di piring yg dialasi daun pisang,Beri bbrp potongan daging diatasnya lalu siram dg kuah panas banyak2. Taburi bawang goreng, kecap manis dan sambal cabe rawit,Sajikan pula dg tempe goreng, jeroan goreng, perkedel, dan telur kecap,Sambal: rebus cabe rawit lalu haluskan, campur dg sedikit kuah

monggo silakan bagi yang ingin mencoba, kombinasi daging dsb di campur kuah yang sedap & penuh rempah menjadi nilai plus nasi gandul..:)

setiap kali ke johar kala jam makan siang tiba, ta lengkap sepertinya apabila ta berkunjung untuk menganjal perut sembari merasakan sedapnya Asem-Asem, kombinasi asem,manis, pedas yang pas membuat lidah dan perut melupakan sejenak panas teriknya matahari Semarang

Salah satu tempat favoritnya ialah Asem-Asem Bu Sun, yang terletak di Samping Kantor Pos Besar johar,Jl. Arif Rahman Hakim, ditambah dengan tempe yang anget menambah nikmat asem-asem tersebut.

Bagi penggemar kopi, tak lengkap apabila belum merasakan kopi Lelet khas Rembang dsktrnya, Disebut kopi lelet karena endapan air kopi digunakan untuk membatik (nglelet) di batang rokok. Alat untuk membatik bukan dari canting tetapi batang korek yang ujungnya runcing. Caranya minuman kopi dituangkan di piring alas cangkir. Lalu airnya diminum menyisakan endapan kopi. Agar endapan lebih kering digunakan digunakan kertas tissue untuk menyerap air. Endapan kopi kemudian dicampur dengan susu kental manis agar lengket baru digunakan untuk ngleleti batang rokok, sehingga akan semakin menggugah selera

Di Semarang tak banyak yang menjual Kopi lelet, tetapi setahuku di Tembalang (depan masjid Diponegoro) dan Pleburan Barat (depan eks Asrama Putri), dapat sebagai obat penawar rindu akan cita rasa Kopi lelet tersebut.

Bersambung

Nasgor, atau nasi Goreng apa yang spesial..? jangan salah teman, seorang rekan pernah berkeluh kesah kala berada di negeri seberang tepatnya Belanda, kala rindu akan hidangan dalam negeri, nasgor lah yang jadi pilihan, namun betapa kagetnya Alamak harganya mahal amat,

Nasgor sendiri konon sudah ada semenjak 400 tahun SM, dan di kenalkan oleh saudara-saudara kita Thionghoa yang mempunyai kebiasaan untuk tidak memakan makanan dingin dan juga membuang makanan sisa sehari sebelumnya, makanya nasi tersebut di goreng dan di beri bumbu-bumbu sehingga dapat di sajikan dengan sedap dan nikmat, dan di bawa ke Indonesia dengan berbagai variasi bumbu yang disesuaikan dengan selera lokal, sehingga menjelma menjadi masakan khas Indonesia meskipun negeri lain ada, namun di sinyalir yang banyak variannya berdasarkan kreativitas bumbu dan aksesoris hanya di Indonesia

Nasgor umumnya nasi di goreng, dengan campuran bumbu plus kecap manis,serta dilengkapi dengan ayam suwiran, babat ataupun telor, Di tambah aksesoris kerupuk , pete dsb, di Semarang sendirinya hampir di setiap sudut jalan ada penjual nasi goreng, dengan berbagai macam varianya yang disesuaikan dengan cara memasak dan berasal dari daerah mana, penjual yang cukup banyak ialah Nasgor ala Brebes, kebanyakan penjualnya berasal dari Brebes, dengan ciri khas nasi agak akas dan aksesoris kerupuk, dan masih banyak lagi

Namun ada satu hal yang berbeda diantara varian nasgor tersebut, yakni Nasgor ala Pattaya,( Thailand) nasgor ini cukup unik, sebenernya nasgornya di buat seperti biasa namun menjadi unik dan spesial Nasi goreng yang telah jadi tersebut di bungkus oleh Dadar Telur, dari rasa cukup pas dan maknyoz, Nasgor tersebut dapat di temui di Hungry Buzz, jl. Singosari dengan label Nasi Goreng Spesial Hungry Buzz, dengan harga relatif terjangkau hanya 6000an, dapat menjadi varian dalam menikmati berbagai varian Nasgor.


dimanakah tempat konkow yang paling asik menikmati new year eve di Semarang? mungkin sebuah pertanyaan yang cukup lazim diantara kita,
meskipun hampir seluruh cafe, hotel, dan tempat hiburan mempunyai event khusus, namun banyak kalangan yang menghabiskan waktu tahun baru dengan mendatangi puncak-puncak bukit, untuk menanti pergantian tahun,yang biasanya puncaknya ialah pesta kembang api

dengan anugerah Alam tekstur kota Semarang yang menarik berupa dataran rendah pantai berpagar bukit-bukit, menyebabkan banyak tempat cozy untuk menghabiskan malam tahun baru, seperti di kawasan pantai marina, simpang lima, tugu tabanas yang menghadirkan pula artis ibukota dan lokal Semarang

Namun diantara tempat-tempat tersebut yang tentunya sudah crowded lalu lintasnya, ada sebuah tempat yang masih sedikit orang berkunjung ke tempat tersebut, yakni RINGIN bukit Singotoro,di dekat kantor Telkom Datel Semarang, dengan view Semarang Bawah dengan dihiasi lampu-lampu malam yang indah dan kembang api yang saling bersahutan membuat malam tahun baru menjadi semakin spesial

Tidak hanya suasana tersebut, sebenernya namun di dekat bukit tersebut ada satu warung semi permanen,yang menjadi favorit temen-temen biasanya buka pagi sampai petang, dengan menu nasi bungkus, indomie goreng/rebus, gorengan dsb, khusus untuk tahun baru biasanya buka sampai menjelang pagi, dengan hidangan yang murah & meriah, dengan di dukung view semarang bawah, dan berkalangkan langit malam yang indah menjadi tempat yang cocok untuk menanti pergantian tahun bersama dengan teman-teman atau pasangan terkasih.
salah satu makanan yang cukup spesial dan jarang di temui di tempat lainya ialah Gulai Bustaman, apa yang menjadi istimewa dan berbeda dengan gulai -gulai lainnya ialah kuahnya tanpa menggunakan santan meski sama-sama menggunakan kelapa. Kelapa diparut dan digoreng sangan, tidak diperas menjadi santan. Gorengan parutan kelapa tersebut lalu ditumbuk halus dicampur rempah-rempah untuk bumbu kuahnya. Selain itu juga terdapat campuran cengkeh dan kayu manis, disamping untuk pilihan aksesorisnya daging atau jeroann bisa by request karena tidak dicampur secara langsung

dinamakan Gulai Bustaman, tak bisa di lepaskan dari nama sebuah gang/jalan di sekitaraan jl. MT Haryono,dekat Bubaan, yang bernama Kp. Bustaman, konon ceritanya, pada masa awal berdiri Kota Semarang, di kampung tersebut uwak Bustam, merintis usaha perdagangan dan penyembelihan kambing,lambat laun daerah tersebut di kenal sebagai sentra supplier daging kambing dan banyak menjadi bahan baku para penjual gulai, oleh karena itulah maka banyak orang akhirnya menyebutnya sebagai Gulai (ala) Bustaman

para pedagang gulai ini banyak di temui di sekitaraan kota lama, ada juga di depan Masjid Agung Jawa Tengah, namun yang paling sering aq, gulai Bustaman pak Amat,biasa mangkal di kota lama,namun kalo menjelang senja sembari pulang mampir di depan jl. Arief Rahman Hakim, deket Telkom Johar.........



Tahu pong, namanya terkesan lucu dan unik, makanan ini merupakan satu varian dari bahan baku tahu,dan sangat di kenal sebagai makanan khas Semarang

Selama beberapa tahun tinggal di semarang, baru mencicipi bagaimana rasa tahu Pong, tadi malam, di Manggala Food Festival,stelah dirasakan mak nyoooz

Di namakan Tahu Pong karena Tahu di Goreng sampai kering sampai membuat koPONG atau kosong di sajikan dengan saus asem manis yang nikmat,ditambah berbagai aksesoris seperti gimbal dsb, serta bawang putih yang telah di olah, menjadikan Tahu Pong menjadi terasa spesial

Tahu Pong yang aq ketahui ada, di Jl. Gajahmada, Pasar Langgar, Jl. Depok, dan di Manggala food Festival, dsb


es puter ini cukup melegenda di kalangan penikmat kuliner, dan beberapa kali di liput oleh media visual maupun cetak, akhirnya pas ada kesempatan pun ta ketinggalan aq coba

dari rasa dan penyajiannya, cukup mantaf, dari berbagai pilihan rasa duren, kopyor,coklat, alpukat, lenci, kacang ijo,dsb, dengan porsi semangkuk, cukup membuat perut kenyang dan tak kapok untuk mencoba kembali

dari informasi yang di dapat, es puter ini sudah ada sejak tahun 1944, dan saat ini merupakan generasi penerus yang ketiga yang melanjutkan usaha es puter ini, dinamakan cong lik karena merupakan plesetan dari singkatan cung lik yang artinya kacung cilik di masa lalu


saat ini es campur conglik dapat ditemui diberbagai tempat diantaranya, di dekat RS telogo rejo, dan kampung semawis Gg warung pecinan

Wedang tahu, namanya mungkin cukup unik, awalnya aq sulit membayangkan Tahunya di bagaimanakan dan rasa sperti apa..?

namun setelah kali pertama mencoba , jujur di luar dugaan, rupanya tahu di bikin seperti bubur cadil yang kemudian di sendokin tipis-tipis, setelah itu dituang air jahe gule merah, dan sruput...sruput mantaf,

dari informasi yang didapatkan bahan dari wedang tahu, adalah susu kedelai rendam kemudian akan mengental,ditambah agar-agar putih, dan gula serta sedikit garam, sedangkan untuk campuran kuahnyagula merah, gula pasir, jahe, daun pandan, daun jeruk, kayu manis, cengkeh, dan garam hingga gula larut dan wangi di rebus kemudian di saring

setahuku tidak banyak yang menjual wedang tahu, salah satunya dapat di temui di SD Bernadus, Kompleks Gereja Katedral Semarang

salah satu yang membuat penasaran di Festival Pandanaran, adalah Nasi Biryani,beberapa kali mendengar tentang kelezatan masakan ini, namun belum pernah mencoba, sebuah kesempatan yang baik pikiriku, untuk langsung mencoba

setelah mencoba rasanya Sip dan mantab,dengan cita rasa yang lebih spicy di tambah tambahan korma,kismis dan sejenis kacang-kacangnya plus daging,di jamin wareg

konon ceritanya nasi biryani, berasal dari bahasa parsi : beryā(n) (بریان) yang berarti goreng atau panggang. Pada zaman dulu, beras digoreng di dalam minyak samin sebelum direbus di dalam air bersama rempah-rempah hingga setengah matang.

seperti umumnya makan khas timur tengah rasa rempah-rempahnya cukup terasa,Rempah-rempah yang dipakai sewaktu memasak biryani, termasuk di antaranya: minyak samin/ ghee, kacang-kacangan,jintan,Cengkeh, kapulaga, kayu manis, daun salam koja, ketumbar, daun mint, jahe, bawang bombay, dan bawang putih

meskipun dari sisi harga cukup lumayan sekitar Rp.15.000 komplit, namun dengan citarasa yang mantab, cukup terpuaskan lah....:)

Nasi Biryani, nasi kebuli atau khas timur tengah lainnya yang biasanya ku kunjungi di Jl. MT Haryono ketika pagi hari, Warung Khoja di Lamper, atau di tlogosari juga ada
Pemkot Semarang tanggal 12-13 Desember ini, mengadakan satu event yang bertujuan untuk mengangkat potensi wisata di kota Semarang, event ini di kemas dengan festival kuliner dan seni budaya,berlangsung di Salah Satu ruas jl. Pandanaran Semarang

cukup menarik mengapa di Jl. Pandanaran, yang selama ini memang telah di kenal oleh khalayak luas sebagai salah satu sentra bisnis dan oleh-oleh khas semarang, memang menurut penuturan pejabat disbudpar, Festival Pandanaran merupakan semacam embrio area walking street,

memang untuk penyelenggaran kali pertama, masih banyak yang perlu dibenahi tentunya, karena Jl. Pandanaran merupakan salah satu Jl. Protokol utama, menurut hemat kami problem tersebut diantaranya.
  • Jumlah stan yang relatif sedikit, memang disadari dengan keadaan Jl. Pandanaran saat ini dimana ada beberapa instalasi penting seperti rumah sakit, perbankan, dan pertokoan serta resto yang selama ini telah populer, sehingga pemanfaatan space stand mempertimbangkan kepentingan para penduduk atau usahawan di Jalan tersebut, akhirnya relatif terbatas, meskipun demikian dari varian peserta stand cukup variatif, di Kuliner misalnya,Hampir semua jenis kuliner ada, meskipun jumlahnya satu dua,namun cukup mewakili, dari kelas Hotel Bintang 3-4, hingga kelas kaki lima ada, dari makanan timur tengah, sampai makanan khas kota semarang juga tersedia, dari resto utama sampai gerobak soto atau tahu gimbal juga ada,selain itu pula ada perbankan, produk-produk kerajinan, hingga stand keagamaan juga tersaji, di selingi dengan lomba-lomba seperti jalan sehat, dan lomba menggambar, serta membatik di tambah performance seni budaya, dari perwakilan agama, daerah, Barongsai,tarian, Gambang Semarang serta peragaan busana menambah meriah festival tersebut
  • Parkir dan Manajemen trafik di area sekitar pandanaran, dan area festival khususnya, yang cukup relatif semrawut,juga perlu diperhartikan kedepanya sehingga pas performance art, tidka diselingi oleh lalu lintas kendaraan meskipun hal tersebut milik warga jl. pandanaran, atau pula pasien dari rumah sakit,
  • Publikasi yang relatif minim, sehingga cukup sedikit wisatawan yang berkunjung., kebanyakan punegujung warga lokal semarang
Hal tersebut tidak terlepas dari persiapan yang cukup minim hanya sekitar 3 minggu, demikian konon ceritanya

Namun, festival tersebut tentunya merupakan usaha yang positif dan dapat di kembangkan serta bisa di jadikan sebagai Agenda Tahunan Dinas Pariwisata Kota Semarang dan Jawa Tengah pada umumnya.


Lanjutgan Gallery photo festival
Sabu, what is it...? jangan berprasangka dulu, Sabu merupakan singkatan Sarapan Bubur , sepanjang pengetahuan selama ini di semarang, ada beberapa genre yang behubungan dengan bubur besar dan assesoriesnya

Bubur yang telah eksis sejak lama, biasanya di jual oleh mbok-mbok atau ibu di perkampungan, biasanya selain menjual Bubur, ada ketan, dan nasi, serta untuk lauknya sambel goreng dan terik,di jual di depan rumah atau pos kampling, namun seiring perjalanan waktu dan banyaknya pendatang ke Semarang, muncul banyak varian model atau genre bubur tersebut, model-model tersebut diantaranya model Simpang 5, biasanya Bubur Ayamnya, di beri aksesoris Krupuk, potongan cakwe, kuah semur, di samping ada sate ayam, jeroan, ati, dan misoa, di semarang cukup banyak di temui di kawasan simpang 5 hingga erlangga

Model Berikutnya Model Jakarta, meskipun sebenernya yang jual kebanyakan orang Pemalang, namun Varian ini juga banyak peminatnya apalagi untuk sekedar sabu, cirinya bubur ini ada kuah kayak kari, krupuk, koro, dan bawang solong, model ini banyak di temui di Tembalang, dan beberapa jalan protokol, seperti jl. kelud raya, Jl. Wr Supratman dsb

kemudian ada Juga Model Bandung Hampir mirip dengan Jakarta, namun dibeberapa tempat ada varian toppingnya seperti jamur, dsb, penjual bubur ini, salah satunya di Jl. Kusumawardani, samping Dinaskertran Prov Jateng

Namun di antara beberapa tempat yang di Kunjungi, mungkin yang paling sering ialah di Jl. Kelud raya, Depan Auditorium UNNES Semarang, meski bergenre Simpang 5an, harga yang di tawarkan relatif murah hanya 6000 rupiah udah termasuk Teh Anget,

pernah makan Burjo ato istilah keren untuk bubur kacang ijo, diperhatikan khususnya di semarang sebenarnya ada 2 genre besar para burjo, berdasar asal pedagang, packaging, penyajian dan pelengkapnya disamping pedagang burjo yang di jual dengan gerobak dorong, atau di pinggul yang menyusuri jalanan dan perkampungan

dua genre besar tersebut ialah KUNINGAN, sebagian besar pedagangnya asli kuningan, biasanya bentuknya kios, atau warung semi permanen, selain menjual burjo dan ketan hitam, juga melayani mie goreng, mie rebus, bubur dan aneka minuman sachetan seperti Milo, Ovaltine, Cappucino, Coffemix, Good Day, dsb, dalam penyajiannya biasanya Bubur Kacang Ijo agak kental, dengan santan di pisah, plus bonus air teh tawar, biasanya berada di dekat pusat kampus sperti yang cukup populer di Jl. Singosari, Bendan, Jl. Kyai Saleh,Jl. Mugas samping UNISBANK

sedangkan Burjo Madura, sebagaian besar pelangganya berasal dari madura, bentuk kiosnya biasanya berupa tenda, dengan cara penyajian Burjo dan santan di campur seperti dibikin kolak, biasanya biar nikmat di tambah es batu yang di gosrok seperti es campur, di beri topping sirup, atau susu kental, di tambah Roti Tawar, burjo ini sering di temui didekat pasar seperti Mangkang, Ngaliyan, dsb

dari kedua genre tersebut sama-sama mempunyai cita rasa mantab, cozy dan cukup ekonomis,hal tersebut mencerminkan pula betapa beragamnya kuliner di negeri ini, dari salah satunya berbahan baku Kacang Ijo

kurangi tidur & perbanyak minum kopi ( Alm Mbah Surip)

kutipan di atas meskipun bukan termasuk tips yang menyehatkan, namun dapat mengambarkan bagaimana sebagaian orang memaknai kopi dan meminumnya menjadi suatu kebutuhan atau bahkan malah menjadi semacam "ritual"

Kopi telah ada di nusantara sejak lama. Di bawa oleh Belanda dengan jalan berliku. Konon diselundupkan via jema'ah haji yang pulang dari Mekah. Kopi yang aslinya berasal dari Ethiopia pertama kali ditanam di Depok. Uji coba pertama kopi nusantara ada yang gagal. Selanjutnya kopi menyebar di Nusantara. Tanah jawa pernah identik dengan kopi. Java nama dagang yang pernah sangat indentik dengan kopi, bahkan merambah ke produk lain. Tapi aura kopinya tidak lepas. Kopi juga ada di pulau lain di Nusantara. Sumatera, dari Aceh hingga Lampung menyediakan kopi dengan cita rasa yang berbeda. Belum lagi Bali, Sulawesi hingga ke Papua.

Budaya minum kopi menjadi sebuah simbol budaya yang berbeda di tempat barunya. Eksotika yang berkesan aristokratik dapat ditemukan dari beberapa cara minum kopi di Eropa dan Timur Tengah

sedangkan di Indonesia, Budaya minum kopi menjadi bagian yang tak terpisahkan bagi sebagian kalangan, hal ini tercemin dari banyaknya kedai kopi yang berjajar di Jalan Utama hingga jalan-jalan kampung, dengan salah satu gaya khasnya angkat kaki sebelah dan di temani berbatang-batang rokok, menjadi sebuah pemandangan mahfum di Indonesia sambil berbicara ngalor-ngidul. dari Gosip selentingan yang bisa merambah hingga gosip seputar penguasa negeri. Seperti lirik Warkop DKI, "nongkrong di warung kopi, sentil sana dan sini. sekedar suara rakyat kecil, bukannya mau usil"


Lika Liku Kopi Indonesia

Kopi Indonesia saat ini ditilik dari hasilnya, menempati peringkat keempat terbesar di dunia. Kopi memiliki sejarah yang panjang dan memiliki peranan penting bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia, Indonesia diberkati dengan letak geografisnya yang socok bagi tanaman kopi. Letak Indonesia sangat ideal bagi iklim mikro untuk pertumbuhan dan produksi kopi, di antaranya yang cukup populer bagi penikmat kopi ialah Kopi Lampung,Kopi Toraja, Kopi Papua, Kopi Kintamani, dsb

Sebagaimana di ketahui Ada dua jenis kopi, yang dihasilkan oleh dua jenis tumbuhan yang berbeda:pertama, Robusta adalah kopi tradisional, dan dianggap paling enak rasanya, Robusta memiliki cita rasa yang lebih tinggi dapat dikembangakan dalam lingkungan di mana Arabika tidak akan tumbuh, dan membuatnya menjadi pengganti Arabika yang murah. Robusta biasanya tidak dinikmati sendiri, dikarenakan rasanya yang pahit dan asam. Robusta kualitas tinggi biasanya digunakan dalam beberapa campuran espresso

Kopi Arabika biasanya dinamakan oleh dermaga di mana kopi ini diekspor, dua yang tertua adalah Mocha dan Jawa. Perdagangan kopi modern lebih spesifik tentang dari mana asal kopi ini melabelkan kopi atas dasar negara, wilayah, dan kadangkala ladang pembuatnya.

Satu jenis kopi yang tidak biasa dan sangat mahal harganya adalah sejenis Arabica dan robusta di Indonesia yang dinamakan Kopi Luwak, Kopi ini dikumpulkan dari kotoran Luwak, yang proses pencernaanya memberikan rasa yang unik. Kopi jenis ini sangat spesial karena Luwak atau Musang secara alamiah memilih biji kopi yang telah masak untuk dimakan. Biji kopi yang tidak tercerna akan keluar bersama feses luwak.

LIfe Style Kopi

Globalisasi telah membantu Indonesia untuk kembali menyadarkan arti penting Kopi, namun impor budaya kopi ini jadi sesuatu yang berbeda. Kopi waralaba dengan kemasan gelas plastik menjadi bungkus modernitas. dari warung tenda, kedai kopi kecil bertanfromasi ke dalam Mall-Mall, dengan di temani fasilitas hotspot sambil berselancar di dunia maya,

Kopi tidak lagi hanya di nikmati masyarakat kelas menengah kebawah, di warung kopi,namun para pelajar, mahasiswa dan eksekutif muda sambil rehat sepulang beraktivitas, untuk sekedar berfacebook-ria,bertwitter-ria, atau sekedar browsing dan chatting, di gerai -gerai kopi yang tumbuh banyak di kota besar di Indonesia

yang menjadi pertanyaan berikutnya, akankah keragaman dan kekayaan cita rasa Kopi dari Indonesia yang telah termasyhur hingga ke manca negara dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri


*di kutip dari berbagai sumber






ada satu pertanyaan kenapa dalam hal makanan khususnya umat muslim harus memperhatikan prinsip halalan & thoyiban?

Dalam ajaran Islam pada prinsipnya makanan yang yang dikonsumsi harus halalan thoyibah. Jadi, makanan tersebut tidak hanya halal dalam arti tidak mengandung zat / jenis makanan yang diharamkan oleh Allah SWT dan Rosululloh SAW. Akan tetapi, makanan juga harus thoyib ( baik). sebagaiman tersurat dalam Al Qur'an :

Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; Karena Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu. (Qs. Al-Baqoroh: 168)

sebagaimana KH Qosim Nurzeha dalam ceramah-ceramahnya menerangkan tentang halalan thoyibah sering mengilustrasikan dengan penderita penyakit DM (diabetes mellitus) dalam mengkonsumsi gula. Gula itu halal akan tetapi bagi penderita DM tidak thoyib karena akan mempengaruhi kesehatan, maka konsumsi gula harus dikurangi.

DR. Yusuf Qordhowi dalam bukunya yang berjudul “Halal-Haram dalam Islam” menyatakan bahwa Allah SWT berhak menghalalkan atau mengharamkan sesuatu kepada manusia sebagaimana Allah SWT menentukan tugas-tugas dan ritual-ritual untuk beribadah sesuai dengan kehendak-NYA. Manusia tidak berhak membantah. Itu adalah hak rububiyah Allah SWT sekaligus konsekuensi penghambaan manusia terhadap Allah SWT. Seperti halnya pengharaman khomr sebagaimana yang termaktub dalam Al-Qur’an:

Mereka bertanya kepadamu tentang khamar* dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya”. dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: ” yang lebih dari keperluan.” Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir, (Q.S Al-Baqoroh : 219).

ket :*minuman keras

Berdasarkan keterangan diatas maka sebenarnya makanan yang dihalalkan oleh Allah SWT dapat dipastikan thoyib. Makanan yang diharamkan dapat dipastikan tidak thoyib, meskipun kita tidak boleh memakan makanan halal dan meninggalkan makanan haram hanya karena hikmah yang terkandung dalam aturan Allah SWT. namun juga sebagai pematuhan karena keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT.

Salah satu contoh logika dan ilmiah, Kenapa Islam melarang Darah untuk dimakan, berdasar analisis kimia dari darah menunjukkan adanya kandungan yang tinggi dari uric acid (asam urat?), suatu senyawa kimia yang bisa berbahaya bagi Kesehatan, karena senyawa ini dikeluarkan sebagai kotoran, dan dalam kenyataannya kita diberitahu bahwa 98% dari uric acid dalam tubuh, dikeluarkan dari dalam darah oleh Ginjal, dan dibuang keluar tubuh melalui air seni

Dan inilah hikmah dibalik prosedur penyembelihan hewan dalam islam, seorang penyembelih, selagi menyebut nama dari Yang Maha Kuasa, membuat irisan memotong urat nadi leher hewan, sembari membiarkan urat-urat dan organ-organ lainnya utuh. hal ini di menyebabkan kematian hewan karena kehabisan darah dari tubuh, bukannya karena cedera pada organ vitalnya, sebab jika organ-organ, misalnya jantung, hati, atau otak dirusak, hewan tersebut dapat meninggal seketika dan darahnya akan menggumpal dalam urat-uratnya dan akhirnya mencemari daging, yang pada akhirnya mengakibatkan daging hewan akan tercemar oleh uric acid, sehingga menjadikannya beracun

Bagaimana dengan Babi? Babi tidak dapat disembelih di leher karena mereka tidak memiliki leher; sesuai dengan anatomi alamiahnya? Muslim beranggapan kalau babi memang harus disembelih dan layak bagi konsumsi manusia, tentu Sang Pencipta akan merancang hewan ini dengan memiliki leher, disamping itu ilmu kedokteran modern menunjukan indikasi babi sebagai inang dari banyak macam parasit dan penyakit berbahaya, salah,selain itu sistem biochemistry Babi mengeluarkan hanya 2% dari seluruh kandungan uric acidnya, sedangkan 98% sisanya tersimpan dalam tubuhnya, yang harusnya di keluarkan.

Hal tersebut juga dapat mengambarkan kenapa kita tak boleh makan bangkai binatang, subhanallah, sungguh besar hikmah di balik sesuatu yang di haramkan oleh Allah SWT, untuk kebaikan dan kesehatan mahluk ciptaanNya


* di ambil dari berbagai sumber
Ada satu kebiasaan yang menurutku cukup unik di tempat baru ini, selain menggunakan dresscode BATIK, dalam urusan perut, khusus dimanjakan,

karena jatah makan siang kantor dinaikan anggarannya, sehingga hampir seluruh resto terbaik dan populer di Semarang, di jajagi, meskipun aku baru di sana, namun menyiyipi masakan & menu yang awalnya hampir tak terbeli atau belum sempat mencoba, menjadi sebuah karunia tak terkira, dari IGA Bali, Ayam Goreng Suharti, Simsix, Khoja dsb

so jadi penasaran nich, besok menu kita apa ya?...:)


PECEL & JANGANAN
  1. Bu Sigit, Depan Sastra UNDIP, Jl. Hayamwuruk
  2. Pecel Madiun, Bu SUM, Jl. Kelud Raya

BAKSO & Mie
  1. Bakso Pak Ripto, Jl. Lesanpuro Karang Ayu
  2. Bakso Pak Kumis, Matahari Simpang 5
  3. Bakmie Jowo, Jl. Kelud Raya

KUCINGAN
  1. Al Barokah, Jl. Pleburan Barat
  2. Kucingan mas Ghofur, Jl. Kusumawardani, depan Martabak Houses
  3. Mas dholly, Jl. Arief rahman hakim Johar, depan Telkom
  4. Pak Giek, Jl. Inspeksi Gajahmada

GULAI & DLL
  1. Gulai Bustaman, gerobak mangkal di Depan Telkom Johar
  2. Gulai sapi, Jl. Semeru
  3. Sup Iga Bakar, Obonk, Jl. Kletengsari, Tembalang

CAP CAY & CHINESE FOOD
  1. Capcay, Nasi Goreng Brebes, Jl. Pleburan Barat
  2. Capcay Jl. Sriwijaya
  3. Capjay,dsb, Jl. Kelud Raya
Lanjutgan........WMV Gallery

Bersambung.........
Berikut daftar tempat baik wanda (warung Tenda) atau resto yang sering di kunjungi untuk sekedar menganjal perut yang lapar dan aktivitas lainya, biasannya yang menjadi pedoman harga murah, bercita rasa tinggi dan cozy...:)

1. Warung Makan Umum
a. WM. Presmanan Bu Ustman, Jl. Pleburan Barat,
b. WM. WSM (warung Selera mahasiswa), Jl. Taman Pleburan
c. WM. Pojok, Eks Sampah, Jl. Pleburan Barat,
d. WM Pantes, di Pleburan Barat
e. WM. di deket pertigaan Arteri Soekarno Hatta, jl. Gajah
f. WARTEG Bu Dewi, Sampangan, Hayam Wuruk, dan Gedungbatu

2. Sate Ayam & Sate Kambing
a. Sate Ayam Madura, Ibunya Mas imam, di depan Kantor Lurah Pleburan
b. Sate Ayam pak Amat, Gerobak dorong,mangkal di Pleburan Barat
c. Sate Kambing Moroseneng, Jl. Kedungmundu raya,
d. Sate Kambing pak Jenggot, Jl. Sriwijaya

3. Nasi Ayam
a. Nasi Ayam Yu Legi, Jl. Citarum
b. Nasi Ayam Yu Tik, Ngesrep
c. Nasi Ayam Yu Nah, Karangayu, Jl. Anjasmoro
d. Nasi Ayam, Jl. Pasir Mas
e. Nasi Ayam Pojokan simpang 5 ( buka diatas 12 malam)


4. Soto Ayam, & Soto Lainya
a. Soto Ayam Pojok, Deket auditorium UNNES, Jl. Kelud raya, Sampangan
b. Soto Ayam Bang Ari, Jl. WR Supratman, Kali Banteng
c. Soto Ayam pak ndun, Jl.Kusumawardani,
d. Soto Surabaya Jl Imam Bardjo
e. Soto Lamongan, jl. Tlogosari

5. Ayam Bakar, Goreng, & Varianya
a. Ayam Bakar Bu Sum, Jl. Sriwijaya
b. Ayam Gepuk, samping Java Mall

6. Nasi Goreng, Ruwet, & Gongso
a. Nasi Goreng Ruwet Babat Gongso pak Akhmad, Wonodri, Jl Wonodri
b. Nasi Goreng Pak Sabar, Jl. Pleburan Barat
c. Nasi Goreng Ruwet, Jl. kelud Raya,
d. Nasi Goreng Gongso Sederhana, Jl. Kelud raya
e. Nasi Goreng cak narko, Jl. wonodri
f. Nasi Goreng & gongso di depan BPLP, jl singosari


Lanjutgan......Gallery WMV
bersambung........