Bagi penggemar kopi, tak lengkap apabila belum merasakan kopi Lelet khas Rembang dsktrnya, Disebut kopi lelet karena endapan air kopi digunakan untuk membatik (nglelet) di batang rokok. Alat untuk membatik bukan dari canting tetapi batang korek yang ujungnya runcing. Caranya minuman kopi dituangkan di piring alas cangkir. Lalu airnya diminum menyisakan endapan kopi. Agar endapan lebih kering digunakan digunakan kertas tissue untuk menyerap air. Endapan kopi kemudian dicampur dengan susu kental manis agar lengket baru digunakan untuk ngleleti batang rokok, sehingga akan semakin menggugah selera

Di Semarang tak banyak yang menjual Kopi lelet, tetapi setahuku di Tembalang (depan masjid Diponegoro) dan Pleburan Barat (depan eks Asrama Putri), dapat sebagai obat penawar rindu akan cita rasa Kopi lelet tersebut.

Bersambung

Comments (1)

On 7 Januari 2010 08.52 , bayuratna mengatakan...

kawen... kawen.. kawen.. aku gagal kawen hahaha yang penting bisa memperkenalkan pernikahan adat yang ada di Indonesia.